Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Perbedaan Sekolah Kedinasan Dengan Perguruan Tinggi


Sumber foto: www.merdeka.com

Camnit- Dapat menyekolahkan anak-anak hingga ke tingkat perguruan tinggi merupakan impian semua orang tua. Tidak hanya orang tua, sebagian anak pun juga bercita-cita dapat melanjutkan pendidikan  di perguruan tinggi khususnya negeri.

Jadi antara dua hal tersebut terdapat hubungan timpal balik, dimana orang tua akan sangat senang jika anaknya diterima di perguruan tinggi khususnya negeri, sedangkan sang anak pasti juga merasa bahagia karena usahanya yang selama ini ditekuni terbayar sudah dengan hadirnya nama di sebuah perguruan tinggi khususnya negeri.

Tetapi tahukah kamu ? Selain Perguruan Tinggi, ada juga Sekolah Kedinasan yang juga sama-sama sekolah tinggi . Walaupun tampak sama, ternyata terdapat perbedaan antara Sekolah Kedinasan dengan Perguruan Tinggi juga.

Inilah beberapa perbedaan antara Sekolah Kedinasan dengan Perguruan Tinggi :

1. Pengertian

Sekolah Kedinasan

Sekolah kedinasan adalah beberapa perguruan tinggi yang memiliki ikatan dinas dengan instansi pemerintah yang menyediakan pendidikan. Pendidikan ini dibawah naungan kementrian yang ada di Indonesia.

Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi adalah sekolah tingkat akhir dalam pendidikan formal dan merupakan lanjutan dari pendidikan menengah.

2. Persyaratan Masuk

Sekolah Kedinasan

Terdapat beberapa tes yang ada di sekolah kedinasan, umumnya berikut ini :

A. Tes Tertulis : Tes tertulis meliputi TKD (Tes Kemampuan Dasar), TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TPA (Tes Kemampuan Akademik),dll .

B. Tes Kesehatan : Di dalam tes ini banyak para peserta tes sekolah kedinasan yang gugur alias gagal. Tes kesehatan meliputi tes darah, jantung, rontgen, gigi, paru-paru,dll .

C. Tes Kesamaptaan : Berbeda dengan sebelumnya, di dalam tes ini, para peserta tes akan diuji ketahanan tubuhnya. Tes ini berupa tes fisik seperti Push Up, Pull Up, Lari 12 menit, Lari berbentuk angka 8, dll.

Perguruan Tinggi :

Untuk seleksi masuk perguruan tinggi terdapat 3 jalur berbeda, yaitu :

A. SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Dalam seleksi ini para calon mahasiswa akan di seleksi secara online tanpa ujian tertulis. Seleksi SNMPTN menggunakan sistem nilai rapor.

B. SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Jangan bersedih hati jika kalian tidak diterima melalui jalur SNMPTN, karena masih banyak jalur yang lainnya, termasuk SBMPTN ini. Jika SNMPTN tanpa tes tertulis, berbanding terbalik dengan seleksi ini, karena para peserta SBMPTN diharuskan mengikuti  tes berikut :

1. Ujian Tes Kemampuan dan Potensi Akademik

Dalam ujian ini para peserta akan dihadapkan beberapa mata pelajaran seperti  Matematika,Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,dll.

2. Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (Khusus para peserta yang berminat pada jurusan MIPA)

Tes ini meliputi beberapa pelajaran seperti halnya pelajaran jurusan MIPA ketika berada di SMA, mapel yang diuji adalah Kimia, Matematika,Biologi, dll.

3. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora

Apabila tes Kemampuan dasar Sains untuk jurusan ipa, berbeda dengan Tes Kemampuan Dasar Sosial yang harus diikuti oleh para peserta tes yang mengambil jurusan ips. Mapel yang terdapat dalam tes ini adalah Sosiologi,Geografi,Sejarah,Ekonomi, dll.

C. Seleksi Mandiri (Hanya beberapa perguruan tinggi saja)

Jika kedua seleksi yang telah disebutkan diatas masih gagal juga, jangan pernah menyerah untuk berjuang, karena jalan itu masih banyak dan penuh lika-liku. Seleksi Mandiri ini diadakan oleh perguruan tinggi itu sendiri. Beberapa perguruan tinggi yang  menerapkan sistem seleksi mandiri adalah IPB,UGM,UI, dll.

3. Kehidupan Sekolah Kedinasan dan Perguruan Tinggi

Sekolah Kedinasan

Para Taruna sekolah kedinasan akan difasilitasi berupa makan,asrama, dll. Mereka akan ditempa dan kehidupan yang sangat disiplin agar ketika lulus dapat memberikan contoh yang baik di lingkungan kerjanya serta performa kerja yang lebih baik.


Perguruan Tinggi

Para mahasiswa rata-rata akan lebih memilih tempat tinggal berupa kos-kosan yang tidak jauh dari lingkungan universitas nya. Untuk kehidupannya, mahasiswa akan mengatur keuangan secara mandiri, dan belajar bagaimana kita dapat berfikir lebih dewasa. Tidak heran ketika menjadi mahasiswa, pola berpikir akan sangat berbeda jauh disaat dulu masih menjadi siswa SMA.

4. Biaya Pendidikan 

Sekolah Kedinasan

Biaya pendidikan serta biaya makan,asrama, dll itu gratis tanpa pungutan biaya. Kalaupun ada, biayanya jauh lebih sedikit dari yang lainnya.

Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi memberikan biaya pendidikan lebih mahal jika perguruan tinggi swasta, dan akan lebih murah jika perguruan tinggi negeri. Belum lagi termasuk biaya ketika nge kos nanti.

5. Lulus langsung kemana ?

Sekolah Kedinasan

Pada lulusan sekolah kedinasan akan menjadi PNS dan kerja sesuai dengan jurusan yang diambil ketika pendidikan serta ditempatkan salah satu dari 34 provinsi di Indonesia.

Perguruan Tinggi

Lulusan perguruan tinggi juga berpeluang masuk kerja, tetapi berbeda dengan sekolah kedinasan yang langsung ditempatkan kerjanya, ketika lulus perguruan tinggi, seseorang harus mencari pekerjaannya secara mandiri.

Penutup

Itulah beberapa perbedaan sekolah kedinasan dan perguruan tinggi. Apakah kamu berminat masuk diantara kedua tersebut ? Jika iya, persiapkan dari sekarang jangan menunda waktu dan stop bermain-main ya demi masa depan yang cerah.

Apabila kamu suka dengan artikel ini, silahkan di share ya karena membagikan pengetahuan itu sangatlah bermanfaat.

Sekian dan Terimakasih.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Sekolah Kedinasan Dengan Perguruan Tinggi"