Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ISU-ISU DAN KECENDERUNGAN DALAM PENDIDIKAN



Mulai pada pertengahan abad kedelapan belaspandangan mengenai dunia mulai bergeser. Teknologi baru (menggunakan energi listrik) membuat pengolahan bahan baku menjadi barang-barang menjadi lebih murah dan mudah. Metode pertanian baru mengarahkan pada produktivitas yang lebih tinggi. Buah dari Zaman Pencerahan membuka jalan bagi revolusi ekonomidalam arti luas dari sekedar revolusi industri dengan lebih menyorotiobjektivitas - fakta danlogika sebagai prinsip perilaku ekonomi dan pemerintahan.
Elemen kunci dari pengaruh masa Pencerahandan Renaissance adalah memberikan tempat sentral pada para filusuf, imam, dan pemikir-pemikir (kaum terpelajar) pada kehidupan masyarakat. Mereka juga mempunyai banyak hubungan serta memberikan pengaruh pada penguasa sehingga visi konseptual menjadi sangat penting dalam pengembangan masyarakat. Amatirismedan keputusan secara kebetulan mengarahkan pada penerimaan landasan filosofis dan ilmiah di balik pembangunan masyarakat.
Duniabergeser ke era masif dan konsumerisme yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan akses yang mudah dan murah pada bahan baku, tidak ada kendala pada produksi pangan, dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pada akhirnya kondisi ini akan berubah dari waktu ke waktu oleh resesi, atau bahkan lebih buruk, yaitu depresi akibat dari resesi yang terjadi terus-menerus dan tidak terbendung.
Pada sisi peradaban, manusia mulai berubahmenuju pada zaman yang lebih beradab dalam hal hubungan antar manusia. Aspek filosofi yang mendasari bagaimana hubungan manusia dapat ditingkatkan. Di sisi lain pada hubungan umat manusia dengan alam mulai memburuk. Alam yang selama ini dianggap sebagai sumber bahan baku sudah mulai berkurang dan cenderung habis, bahkan beberapa sumberdaya sudah mulai punah.
Pandanganagak naif dan sederhanaadalah bahwa alam akan selalu ada dan selalu akan cukup, dan orang-orang bisnis banyak perpandangan agak primitif untuk selalu memanfaatkan alam sebelum dimanfaatkan oleh orang lain. Pembukaan Amerika Utara tidak diragukan lagi berkontribusi pada mentalitas ini. Negara besar dengan sumber daya yang luas dan tanah berlimpahmenjanjikan akan memberikan segalanyatanpa batas waktu, dan karena tidak ada kerangka kerja intelektual untuk keyakinan ini, yang kemudian disebut kapitalis.
Manusiatidak lagi diperlukan untuk bersaingatau berjuang dalam  mendapatkan akses ke sumber daya. Sehingga konsephidup berubah dari kelangsungan hidup fisik sederhana untuk kualitas hidup (untuk sebagian besar era industri dan untuk sebagian besar populasi, ini dianggapberarti standar hidup material). Ekonomi menjadi agama bukan nilai-nilai, budaya dan hubungan manusia seperti pandangan dari filsafat sebelumnya. Penjajahan fisik tidak diperlukan lagi, meskipun dalam beberapakasus masih terjadi. Sebagai gantinya, yang terjadi saat ini adalah penjajahan psikologis dan sebagian adalah penjajahan ideologi. Ekonomi dijadikan sebagai alat untuk membandingkan standar hidup, tolok ukur, dan pengukuran kemakmuran. Sehingga konsep-konsep seperti teori konsumsi berkembang pesat dan dijadikan sebagai acuan.
Akses dan hak akan pengetahuan dan informasi sangat penting bagi perkembangan dan keterlibatan sosial serta untuk pemerintahan. Banyak negara bangsa telahterjebak oleh perkembangan pengetahuan yang mengalir cepat melalui Internet tanpa batas, sehingga menghapus monopoli teknis dari negara-bangsa. Baik di Asia dan di bagian lain dunia, beberapa pemerintah mengalami kesulitan untuk menerima keadaan ini. Pertanyaan yang akan muncul adalah apakah pemerintahakan mencoba untuk meningkatkan hambatan masuknya informasi dari luar danatau dari dalam, melalui Internet. Namun, kesimpulan awal selama dua dekade terakhir tampaknya sulit untuk dihindarkan. Sulit untuk dilakukan karena teknologi dapat dikembangkandengan cukup murah serta sangat mudah untukmengkases informasi dari mana pun.Dalam jangka panjang, biaya memaksakan hambatan pada masyarakat mungkin setara dengan keuntunganpengembangan teknologi informasi dan komputer (TIK). Di lain sisi pengembangan TIK akan sangat mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, dan manfaat dari hal ini mungkin akan hilang bila ada pembatasan pemanfaatan TIK.
Masyarakat Indonesia masa depan dengan ciri globalisasi, kemajuan iptek, dan kesempatan menerima arus informasi yang padat dan cepat, dan sebagainya, menuntut warga negara yang mau dan mampu menghadapi segala permasalahan serta siap menyesuaikan diri dengan situasi baru tersebut. Pendidikan berkewajiban mempersiapkan generasi baru yang sanggup menghadapi tantangan zaman baru yang akan datang. Pengembangan pendidikan dalam masyarakat yang sedang berubah dengan cepat haruslah dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan sistematik. Pembanguna manusia Indonesia seutuhnya merupakan kunci keberhasilan bangsa dan negara Indonesia dalam abad 21 yang akan datang.
Menjelang akhir abad ke-20, muncul suatu persoalan, pendidikan seperti apa yang tepat untuk abad ke-21. UNESCO sebagai Badan Dunia menjawab dengan membentuk  Komisi Internasional tentang Pendidikan untuk abad ke-21. Materi kerangka kerja utama abad ke-21 dari  adalah (1) global awareness, (2) financial, economic business and entrepreneur, (3) civil literacy (4) health and wellness awareness  sudah cukup dikenal dikalangan pendidik di Indonesia. Sebelum menjawab persoalan pendidikan apa yang tepat, perlu diperoleh sebuah gambaran tentang kehidupan di abad ke-21. Dalam kaitan ini, hendaknya dipahami bahwa dunia ditentukan juga oleh manusia yang mendiaminya, sehingga selain meramalkan kecenderungan perkembangan, juga diperlukan untuk memiliki persepsi tentang dunia ideal.